Satelit LEO Yang Akan Diluncurkan China
China akan segera meluncurkan satelit LEO tahap pertama sebagai bagian dari rencana untuk membangun konstelasi besar yang akan menyediakan layanan internet ke seluruh dunia. Proyek ini bertujuan untuk bersaing dengan layanan internet satelit Starlink yang dikembangkan oleh SpaceX dan Elon Musk.
Internet satelit adalah sebuah teknologi komunikasi yang menggunakan satelit untuk menyediakan akses internet. Berbeda dengan layanan internet tradisional yang bergantung pada kabel atau fiber optik.
Internet satelit memanfaatkan sinyal radio dari satelit yang berada di orbit tinggi di luar angkasa salah satunya satelit LEO yang akan banyak diluncurkan oleh China.
Teknologi ini merupakan alternatif yang efektif, terutama untuk area yang sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional. kemampuannya untuk menyediakan konektivitas di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh penyedia layanan internet berbasis kabel atau fiber. Ini sangat bermanfaat bagi penduduk di daerah pedalaman, pulau-pulau terpencil, dan wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh infrastruktur tradisional.

Satelit Low Earth Orbit (LEO) beroperasi pada ketinggian antara 500 hingga 2.000 km dari permukaan bumi. Berikut adalah beberapa aspek penting tentang satelit LEO:
Ketinggian Orbit
Satelit LEO berada lebih dekat ke bumi dibandingkan dengan satelit di orbit geostasioner atau medium Earth orbit. Jarak yang lebih dekat ini memungkinkan latensi yang lebih rendah dan kecepatan transmisi data yang lebih tinggi.
Jangkauan dan Cakupan
Satelit LEO memiliki cakupan yang lebih terbatas dibandingkan dengan satelit di orbit yang lebih tinggi, sehingga biasanya digunakan dalam konstelasi, yaitu grup satelit yang bekerja bersama untuk memberikan cakupan global. Konstelasi ini memastikan bahwa sinyal dapat diterima di seluruh dunia tanpa adanya celah dalam cakupan.
Satelit LEO berada di ketinggian antara 500 hingga 2.000 km di atas bumi. Satelit ini menawarkan latensi yang sangat rendah dan kecepatan tinggi, serta jangkauan yang lebih baik dengan jumlah satelit yang lebih sedikit. Mereka sering digunakan dalam konstelasi untuk memberikan cakupan global yang menyeluruh.
Baca Juga ; Internet Satelit Menjadi Solusi Terbaik untuk Konektivitas
Latensi Rendah
Karena posisinya yang lebih dekat dengan bumi, satelit LEO dapat mengurangi latensi (waktu yang dibutuhkan data untuk berpindah). Hal ini penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat seperti video call dan game online.
Kecepatan Data
Satelit LEO sering kali menyediakan kecepatan data yang lebih tinggi karena jaraknya yang lebih dekat dengan bumi, menjadikannya ideal untuk layanan internet dengan kecepatan tinggi.
Gerakan Satelit
Satelit LEO memiliki periode orbit yang cepat, sering kali menyelesaikan satu putaran di sekitar bumi dalam waktu 90 hingga 120 menit. Ini berarti satelit-satelit ini bergerak cepat di langit, dan beberapa satelit diperlukan untuk menjaga cakupan yang konsisten di area yang sama.
Penggunaan
Satelit LEO merupakan bagian penting dari inovasi teknologi satelit saat ini, terutama dalam menyediakan akses internet di seluruh dunia dan mendukung berbagai aplikasi komunikasi dan pemantauan.
Satelit LEO digunakan dalam berbagai aplikasi seperti komunikasi data, pengamatan bumi, navigasi, dan layanan internet satelit. Contoh terkenal dari konstelasi satelit LEO termasuk Starlink dari SpaceX dan OneWeb.
Menurut laporan media di China, proyek ini akan melibatkan peluncuran 5.500 satelit yang akan membentuk konstelasi di luar angkasa, termasuk dalam kategori Low Earth Orbit Satellite LEO yang beroperasi di ketinggian 300 km hingga 2.000 km dari permukaan bumi.
Satelit-satelit ini lebih murah dalam hal biaya dan menawarkan transmisi internet yang lebih baik dibandingkan dengan satelit di orbit yang lebih tinggi.
Peluncuran ini akan dipimpin oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan, yang merupakan salah satu pusat peluncuran utama di China, terletak di provinsi Shanxi.
Ini merupakan bagian dari inisiatif “Thousand Sails Constellation” yang dimulai tahun lalu, dengan rencana besar untuk menyebar lebih dari 15.000 satelit di orbit rendah Bumi.
Layanan internet yang ditawarkan akan menyasar konsumen, perusahaan, dan lembaga pemerintah di China. Sementara itu, Starlink yang dimiliki oleh Elon Musk telah memiliki puluhan ribu pengguna di Amerika Serikat dan berencana menambah puluhan ribu satelit lagi. Teknologi konstelasi satelit Starlink saat ini adalah yang terbesar dalam jenisnya.














